Catatanku 2
Download Mp3 | Game | Video | Script | Aplilasi | Campursari | Tayup | Dangdut Religi | Pop | Korea | Regae | Melayu | K-pop | Malaysia | Kenangan | Nasyid | House | Koplo | Sonata | Monata | The Rostha | Band
| Beranda || Profil ||Menu |
Diperkosa Tante tante
Di Perkosa Tante Tante
Aku adalah seorang pria lajang 20 th
dengan tinggi 175 cm berat 70 kg yang
sedang kuliah di salah satu PTN di
daerahku. Aku tinggal disebuah rumah
bedeng 5 pintu dan aku berada pada pintu
yang pertama. Kalau dibandingkan dengan
teman-temanku, aku termasuk anak yang
pemalu alias kuper (kurang pergaulan).
Hal ini membuatku lebih betah berada di
kosanku, oh ya di bedeng tersebut aku nge-
kost, dari pada harus keluar rumah tanpa
tujuan. Sesekali aku juga sering menonton
film BF untuk memuaskan hasrat birahiku
dan selalu berakhir dengan beronani.
Cukup sudah pengantarnya ok. Sekarang
lanjut ke pengalaman pertamaku yang
berawal dari tempat kost dimana aku
tinggal. Disebelah (pintu no2) tinggal
seorang wanita muda sekitar 25 tahun
bernama Desi tinggi 160 berat 50 kg yang
bersuamikan seorang supir taxi tetapi
sudah 7 tahun belum dikarunia seorang
anak. Pintu no3 ditempati oleh seorang
wanita 35 tahun tinggi 165 berat 60 kg yang
sudah memiliki 2 orang anak 7 dan 5 tahun
yang semuanya perempuan, ia bernama Ita.
Nah, dari sinilah semuanya berawal.
Seperti biasa pada pagi hari semua
penghuni bedeng sibuk dibelakang (mandi,
mencuci). Perlu diketahui bahwa kondisi di
rumah ini memiliki 5 kamar mandi terpisah
dari rumah dan 2 buah sumur (air harus
diangkat ke kamar mandi, maklum yang
punya rumah belum punya Sanyo). Aku yang
sudah terbiasa mandi paling pagi sedang
duduk santai sambil nonton TV. Lagi asik
nonton terdengar olehku gemercik air
seperti orang sedang mandi.
Mulanya sih biasa saja, tapi lama kelamaan
penasaran juga aku dibuatnya. Aku
mencoba melihat dari balik celah pintu
belakang rumahku, dan aduh!! betapa
kagetnya aku ketika melihat Mbak Desi yang
sedang mengeringkan tubuhnya dengan
handuk. Aku tidak tahu mengapa ia begitu
berani untuk membuka tubuhnya pada
tempat terbuka seperti itu. Mbak desi yang
sedikit kurus ternyata memiliki payudara
sekitar 32b dan sangat seksi sekali. Dengan
bentuknya yang kecil beserta puting warna
merah jambu untuk orang yang sudah
menikah bentuknya masih sangat kencang.
Aku terus mengamati dari balik celah pintu,
tanpa kusadari batang kejantananku sudah
mulai berdiri. Sudah tak tahan dengan
pemandangan tersebut aku langsung
melakukan onani sambil membayangkan
bercinta dengan Mbak desi ditempat
terbuka tersebut. Semenjak hal itu, aku jadi
ketagihan untuk selalu mengintip jika ada
kesempatan. Keesokan harinya, aku masih
sangat terbayang-bayang akan bentuk
tubuh Mbak desi. Hari itu adalah hari
minggu, dan aku sedikit kesiangan.
Ketika aku keluar untuk mandi, aku melihat
Mbak Ita sedang mencuci pakaian. Dengan
posisinya yang menjongkok terlihat jelas
olehku belahan payudaranya yang terlihat
sudah agak kendor tapi berukuran 34 b.
Setiap kali aku memperhatikan pantatnya,
entah mengapa aku langsung bernafsu
dibuatnya (mungkin pengaruh film BF
dengan doggy style yang kebetulan
favoritku). Kembali batang kemaluanku
tegang dan seperti biasa aku melakukan
onani di kamar mandi.
Dua hari kemudian terjadi keributan di
tetanggaku, yaitu Mbak ita yang sedang
bertengkar hebat dengan suaminya
(seorang agen). Ia menangis dan kulihat
suaminya langsung pergi entah kemana.
Aku yang kebetulan berada disitu tidak bisa
berbuat apa-apa. Yang ada dipikiranku
adalah apa sebenarnya yang sedang
terjadi. Keesokan harinya Mbak Ita pergi
dengan kedua anaknya yang katanya
kerumah nenek, dan kembali sorenya.
Sore itu aku baru akan mandi, begitu juga
dengan Mbak ita. Setelah selesai aku
langsung buru-buru keluar dari kamar
mandi karena kedinginan. Diluar dugaanku
ternyata aku menabrak sesuatu yang
ternyata adalah Mbak ita. Keadaan waktu
itu sangat gelap (mati lampu) sehingga
kami saling bertubrukan. Menerima
tubrukan itu, Mbak ita hampir jatuh
dibuatnya. Secara reflek aku langsung
menangkap tubuhnya. AduH! Tenyata aku
tanpa sengaja telah menyentuh
payudaranya.
” Maaf.. Aduh maaf mbak, nggak sengaja”
ucapku.
” Nggak, nggak pa pa kok, wong saya yang
nggak liat” balasnya.
Sejenak kami terdiam dikeheningan yang
pada saat itu sama-sama merasakan
dinginnya angin malam. Tanpa dikomando,
tubuh kami kembali saling berdekatan
setelah tadi sempat malu karena
kecerobohan kami berdua. Aku sangat
degdegan dibuatnya dan tidak tahu harus
berbuat apa pada posisi seperti ini.
Sepertinya Mbak ita mengetahui bahwa aku
belum pengalaman sama sekali. Ia
kemudian mengambil inisiatif dan langsung
memegang kemaluanku yang berada dibalik
handuk.
Est ..est.. auw ..aku mengerang keenakan.
Belum selesai aku merasakan belaian
tangannya, tiba-tiba ujung kemaluanku
terasa disentuh oleh benda lembut dan
hangat. Mbak ita sudah berada dibawahku
denagn posisi jongkok sambil mengulum
kemaluanku.
“Aduuhh .. nikmatt.. terus .. Akh ..est ..”
Sekarang aku sudah telanjang bulat
dibuatnya.
10 menit sudah kemaluanku dikulum oleh
Mbak ita. Aku yang tadi pemalu sekarang
mulai mengambil tindakan. Mbak ita
kusuruh berdiri dihadapanku dan langsung
kulumat bibinya dengan lembut.
“Est .. Ah ..uh ouw ..” Ia mendesah ketika
bibir kami saling berpagutan satu sama
lain. Ciumanku sekarang telah berada pada
lehernya. Bau sabun mandi yang masih
melekat pada tubuhnya menambah
gairahku.
“Est .. Ah .. teruss..” kepalanya tengadah
keatas menahan nikmat. Kini tiba saat yang
kutunggu. Handuk yang masih menutupi
tubuhnya langsung kubuka tanpa hambatan.
Secara samar-samar dapat kulihat bentuk
payudaranya. Kuremas dan kukecup dengan
lembut dan
“au ..est..nikmaat..teruss ..aow ..,” Mbak ita
menahan nikmat.
Sambil terus mencicipi bagian tubuhnya
akhirnya aku sampai juga didaerah
kemaluannya. Aku sedikit ragu untuk
memcicipi kemaluanya yang sudah sedikit
basah itu. Seperti difilm BF aku mencoba
mempraktekkan gaya melumat kemaluan
wanita. Kucoba sedikit dengan ujung
lidahku, rasanya ternyata sedikit asin dan
berbau amis. Tetapi itu tidak
menghentikanku untuk terus menjilatinya.
Semakin lama rasa jijik yang ada berubah
menjadi rasa ninkmat yang tiada tara.“Est
..est ..teruuss ..tee..russ..auw ..nik, mat..”
mbak ita tak mampu menahan nikmat yang
diterimanya dari jilatan mautku yang
sesekali kuiringi dengan memasukkan jariku
ke liang senggamanya.
“Mbak mau .. kelu..ar ahh” racaunya.
Tanpa kusadari tiba-tiba keluar cairan
kental dari vagina nya yang belakangan
kutau bahwa itu adalah cairan wanita. Aku
belum berhenti dan terus menjilati
kemaluanya sampai bersih.
Puas aku menjilati kemaluannya kemudian
langsung aku angkat ia kedalam rumahnya
menuju kamar tidurnya. Aduh .. benar-
benar tak habis pikir olehku, wanita segede
ini bisa kuangkat dengan mudah. Sesampai
dikamarnya aku langsung terbaring dengan
posisi terlentang. Mbak ita tanpa
diperintah sudah tahu apa yang kumau dan
langsung mengambil posisi berada
diatasku. Oh ..ya pembaca, bahwa batang
kemaluanku standar-standar saja untuk
orang Indonesia. Aku yang berada dibawah
saat itu sengaja tidak berbuat apa-apa dan
membiarkan Mbak Ita mengambil inisiatif
untuk memuaskanku.
Mbak Ita langsung memegang kemaluanku
dan mencoba memasukkannya kedalam
liang senggamanya. Blues..bleb.. tanpa
hambatan batang kejantananku tenggelam
seluruhnya kedalam liang kenikmatan Mbak
Ita.
“ Est..es..auw..oh..ah..” aku hanya terpejam
merasakan kemaluanku seperti diperas-
peras dan hangat sekali rasanya. Aku tak
menyangka bahwa kenikmatan
bersenggama dengan wanita lebih nikmat
dibanding dengan aku beronani. Mbak Ita
mulai menggenjot pantatnya secara
perlahan tapi
pasti.“Ah..ah..ah..oh..oh..nik..maatt..ahh..”
Mbak Ita terus melakukan gerakan yang
sangat erotis. Desahan Mbak Ita
membuatku semakin bernafsu ditambah
dengan payudaranya bergoyang kesana-
kemari. Rupanya aku tak bisa lagi tinggal
diam. Aku berusaha mengimbangi genjotan
Mbak Ita sehingga irama genjotan itu
sangat merdu dan konstan. Tangankupun
tidak mau kalah dengan pantatku.
Aku berusaha mencapai kedua payudara
yang ada didepan mataku itu.
“Wah ..indahnya pemandangan ini” ucapku
dalam hati. Tidak puas dengan hanya
menyentuh payudara Mbak Ita, aku
langsung mengambil posisi duduk sehingga
payudara Mbak ita tepat berada didepan
wajahku. Kembali aku melumat putingnya
dengan lembut kiri dan kanan bergantian.
“Ahh..ah ..ah..oh.. Est..ss” Mbak ita
kelihatannya tak tahan menahan nikmat
dengan perlakuanku ini.
Lama kelamaan genjotan Mbak Ita semakin
cepat dan aku..
“a..ku.. kee..luuarr..ahh..ohh..nikmaatt”
Mbak ita akhirnya mencapai klimaks yang
kedua kalinya. Aku yang belum apa-apa
merasa kesal tidak bisa klimaks secara
bersamaan. Akhirnya aku meminta Mbak
Ita untuk kembali mengulum kemaluanku.
Mbak Ita yang sudah mendapat kepuasan
dengan semangat mengulum dan menjilati
kemaluanku.
“Est..est..ahh..oh” ucapku ketika Mbak Ita
semakin mempercepat kuluman dan
kocokannya pada kemaluanku. Sepertinya ia
ingin segera memuaskanku dan menikmati
air kejantananku.
S***** 10 menit ah..
“auw..oh..nik..maatt..oh..”
crot..crot..crot..semua air maniku
tertumpah diwajah Mbak Ita dan diseluruh
tubuhnya. Saat itu Mbak Ita tidak berhenti
kulumannya dan menjilati seluruh air jantan
tersebut. Aku sangat ngilu dibuatnya tapi
sungguh masih sangat nikmat sekali.
Setelah merasakan kepuasan yag tiada tara
kami langsung jatuh terkulai diatas kasur.
Mbak Ita tampaknya sangat kelelahan dan
langsung tertidur pulas dengan keadaan
telanjang bulat. Aku yang takut nanti
ketahuan orang lain langsung keluar dari
kamar tersebut dan mengambil handukku
menuju rumahku.
Ketika aku baru akan keluar dari rumah
Mbak Ita, alangkah terkejutnya aku ketika
dihadapanku ada seorang wanita yang
kuduga sudah berdiri disitu dari tadi dan
menyaksikan semua perbuatan kami.
“Eh..mm..mbak..mbak ..Desi..” ternyata ia
tidak lain adalah Mbak Desi.
“Permisi mbak, aku mau masuk dulu”
ucapku pura-pura tidak ada yang terjadi.
Sambil berjalan tergesa-gesa aku langsung
menuju rumahku untuk menghindari
introgasi dari Mbak Desi. Tiba-tiba
“tunggu!!” teriak Mbak Desi.
Aku langsung panas dingin dibuatnya.
“Jangan jangan ia akan melaporkanku ke
Kepala Desa lagi” ucapku dalam hati.
” Aduuhh gawat nih, bisa-bisa cuci
kampung” pikirku.
” A..a..ada apa ya mbak” balasku. Mbak
Desi langsung mendekatku dan berkata
” kamu akan aku laporkan kesuami Mbak
Ita dan kepala desa atas apa yang telah
kamu lakukan” ucap Mbak Desi.
” Ta..tapi kami melakukannya atas dasar
suka sama suka Mbak ” balasku dengan
perasaan sedikit cemas. Tiba-tiba
” ha..ha..ha..ha.. ” Mbak desi tertawa.
Aku semakin bingung dibuatnya karena
mungkin Mbak desi punya dendam dan
sekarang berhasil membalaskannya.
” Nggak usah takut, pokoknya sekarang
kamu tetap berdiri disitu dan jangan sekali-
kali bergerak ok!” usulnya.
“Mbak mau melaporkan saya atau takut
saya lari” ucapku semakin bingung.
Tanpa bicara lagi Mbak Desi semakin
mendekatiku. Setelah tidak ada lagi jarak
diantara kami tangan Mbak Desi langsung
melepas handuk yang kugunakan tadi
sehingga aku kembali telanjang bulat..
”Mbak jangan dikebiri ya..” ucapku.
”Nnggak..nggak pa pa kok” balasnya. Mbak
Desi ternyata langsung berjongkok dan
mulai mengocok
kemaluanku.“Ah..ah..oh..oh.. “ aku yang
tadi lemas kembali bergairah dibuatnya.
Belum lagi aku selesai merasakan
nikmatnya kocokan lembut dari tangan
Mbak Desi, aku kembali merasakan ada
benda lembut, hangat dan basah
menyentuh kepala kemaluanku. Aku
langsung tahu bahwa itu adalah kuluman
dan jilatan dari mulut Mbak Desi setelah
tadi aku merasakannya dengan Mbak Ita.
Kuluman dan jilatan Mbak Desi ternyata
lebih nikmat dari Mbak Ita. Aku bertaruh
bahwa Mbak Desi telah melakukan berbagai
macam gaya dan variasi dengan suaminya
untuk memperoleh
keturunan.“Estt..ah..oh..oh..aduhh..auw.. “
desahku menahan hebatnya kuluman Mbak
Desi. 15 menit sudah acara kulum-kuluman
itu dan sekarang Mbak Desi telah berganti
posisi dengan menungging. Pantatnya yang
kecil namun berisi itu sekarang
menantangku untuk ditusuk segera dengan
rudalku.
“Ayo..cepetan..kamu sudah lama
menginginkan ini kan..Mbak tau kamu
sering ngintip dari celah pintu itu..ayoo
masukkan dong” ucapnya dengan mesra.
Aku jadi malu dibuatnya bahwa selama ini
ia tahu akan perbuatanku. Tanpa pikir
panjang aku langsung mencoba
memasukkan batang kemaluanku ke liang
kenikmatan Mbak Desi.
“Aduh!!” meleset pada tusukanku yang
pertama. Aku kembali mecoba dan
bluess..akhirnya aku berhasil juga.
“Gila nih perempuan “pikirku,
“ternyata lubang kemaluannya masih
sempit sekali” ucapku.
Perlahan aku coba menggoyangkan
pantatku mau-mundur.
“Ah.ah..ahh..oh..oh..oh..ah.. “Mbah Desi
mulai mendesah menahan nikmat. Aku
semakin mempercepat goyanganku karena
memang ini adalah gaya favoritku.
“Ayo..teruuss..ayo..” teriakku memberi
semangat.“Ah..ah..ah..oh..“desah Mbak
Desi semakin terdengar kencang. Melihat
payudaranya yang bergelantung dan
bergoyang-goyang membuatku ingin
mewujudkan impianku selama ini. Sambil
terus menggenjot Mbak Desi aku berusaha
mencapai payudaranya. Kuremas-remas
dengan garangnya seolah meremas santan
kelapa.
“Aw..sakiitt..adu..hh..ah..ah..” Mbak Ita tak
tahan akan perlakuanku. Aku tidak
memperdulikannya dan tetap menggenjot
dengan cepat.
Kemudian aku mengganti posisi dengan
menggendong Mbak Desi didepanku.
Bluess.. Kembali batang kejantananku
kumasukkan kedalam liang senggamanya.
“Ahh..ah..ah..ah..”desah Mbak Desi
menahan nikmat. Kulumat bibir dan kuciumi
seluruh leher dan kukecup kedua puting
susunya yang merah itu.
“Adu..nikkmatt sekaalii ah..ah..ah..oh..oh..

Mendapat perlakuan demikian bertubi-tubi
akhirnya Mbak Desi tak sanggup lagi
menahan klimaksnya
“Keeluuarr ..mau..ke..lua..rr akhirnya Mbak
Desi mencapai klimaksnya.
Aku yang sedikit lagi juga hampil finish
semakin menggenjot dengan
cepat.”Blep..blep..blep..bunyi hentakan
sodokan antara kemaluanku dan kemaluan
Mbak Desi yang sudah sangat basah
tersebut. Tidak lama kemudian aku
merasakan ada denyut-denyut di ujung
batang kemaluanku dan:
”Crot..crot..crot..”tumpahlah seluruh iir
maniku kedalam liang senggamanya.
Setelah itu kami berciuman sambil
merasakan sisa-sisa nikmat yang ada dan
kembali kerumah masing-masing. Keesokan
harinya ketika bertemu, kami seolah-olah
tidak merasakan sesuatu terjadi. Pembaca
sekalian rupanya Mbak Ita tidak mau lagi
berbicara denganku semenjak kejadian itu
tapi aku terkadang masih melakukan
hubungan sex ini hanya dengan Mbak Desi
saja ketika saya sedang ingin atau ia
sedang sangat ingin melakukannya.
Sekarang saya sudah selesai kuliah dan
tidak lagi tinggal dibedengan itu. Saya
masih sangat merindukan untuk kembali
berhubunagn sex dengan Mbak Desi atau
Mbak Ita karena mereka telah membuat
saya tidak perjaka lagi.
TAMAT

img.ucweb.com/s/uae/g/09/ad/material/image/201508/f5c4b95dfba0aea196b8aab705cf79e7.gif
cdas.buzzcity.net/img.php?contentid=159f66f601e867df
Copyright; © 2015-2016

XtGem Forum catalog